PERBANDINGAN EFEKTIVITAS PIJAT OXITOSIN DAN THERAPY MOXA TERHADAP LAMA KALA 1 PADA IBU BERSALIN PRIMIGRAVIDA
Keywords:
Kala I, pijat oksitosin, moksibusi, persalinan, primigravidaAbstract
Latar belakang: Persalinan dimulai kontraksi uterus dan diakhiri lahirnya plasenta. Lamanya persalinan beresiko menyebabkan kegawatdaruratan ibu dan janin. Kala 1 persalinan merupakan tahap awal yang menentukan kelancaran proses persalinan. Lamanya fase ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk efektivitas kontraksi rahim. Pijat oksitosin dan terapi moxa adalah metode nonfarmakologis yang dipercaya dapat mempercepat proses persalinan dengan merangsang pelepasan hormon oksitosin. Penelitian ini bertujuan untuk efektivitas perbandingan efektivitas pijat oxitosin dan therapy moxa terhadap lama kala 1 pada ibu bersalin Primigravida di RS Mardi Rahayu Kudus.
Metode: Jenis penelitian Quasy Experimen dengan desain Post-test Only Control Group Desain. Populasi penelitian ini adalah semua ibu bersalin di RS Mardi Rahayu Kudus dengan jumlah ibu hamil Trimester III bulan Maret-Juni 2025 sebanyak 42 orang. Teknik sampling dengan Total Sampling, sehingga besar sampel penelitian ini sebanyak 42 orang yang terbagi menjadi 2 kelompok sehingga setiap kelompok 21 orang. Metode pengumpulan data menggunakan checklist. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas dan menggunakan uji Mann Whitney.
Hasil: Rata-rata lama kala I fase aktif pada kelompok pijat oksitosin adalah 400,95 menit (SD = 109,586), sedangkan pada kelompok terapi moksibusi sebesar 376,67 menit (SD = 124,553). Uji statistik Mann Whitney menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua intervensi terhadap lama kala I fase aktif (p = 0,157 > 0,05).
Kesimpulan: Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara pengaruh pemberian pijat oksitosin dan terapi moksibusi terhadap lama kala I fase aktif pada ibu bersalin primigravida.




