PENGARUH PEMBERIAN TERAPI MUSIK KLASIK MOZART TERHADAP NYERI PADA PASIEN POST SECTIO CAESARIA DI RUANG DAHLIARSUD TONGAS KABUPATEN PROBOLINGGO
Keywords:
Sectio Caesaria, Musik Klasik Mozart, NyeriAbstract
Latar belakang: Ibu pascapersalinan dengan sectio caesarea umumnya mengalami nyeri lebih tinggi dan pemulihan lebih lama dibandingkan persalinan pervaginam. Pendekatan nonfarmakologis seperti distraksi musik dapat membantu menurunkan persepsi nyeri. Musik, terutama musik klasik Mozart, dapat memengaruhi kondisi mental dan kesadaran seseorang. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan meneliti pengaruh terapi musik klasik Mozart terhadap tingkat nyeri pasien post-sectio caesarea di Ruang Dahlia RSUD Tongas, Kabupaten Probolinggo.”
Metode: Kajian ini menerapkan desain pra-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Populasi studi ini mencakup seluruh ibu pasca sectio caesarea yang dirawat di Ruang Dahlia RSUD Tongas, dengan sampel sejumlah 20 orang ibu post-sectio caesarea yang diambil pada periode Mei hingga Juni.
Hasil: Perolehan pengujian statistik Wilcoxon mengindikasikan perolehan p-value sejumlah 0,00 dengan tingkatan signifikansi (α) < 0,05. Karena nilai plebih kecil dari α, maka H₀ ditolak serta H₁ diterima. Dengan demikian mengindikasikan bahwasanya terdapat dampak yang signifikan dari pemberian terapi musik klasik Mozart terhadap tingkat nyeri pada pasien post-sectio caesarea di Ruang Dahlia RSUD Tongas, Kabupaten Probolinggo
Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian terapi musik klasik Mozart berpengaruh pada tingkat nyeri pada pasien pasca sectio caesarea yang dirawat di Ruang Dahlia RSUD Tongas, Kabupaten Probolinggo



