PENGARUH PUTIH TELUR TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA INSISI PADA AKSEPTOR KB IMPLANT DI KLINIK NAHDLATUL ULAMA
Kata Kunci:
Putih Telur, Luka Insisi, KB ImplantAbstrak
Latar belakang: Program Keluarga Berencana (KB) berperan penting dalam menekan pertumbuhan penduduk dan meningkatkan kualitas hidup. Salah satu metode kontrasepsi jangka panjang yang efektif dan praktis adalah implan, yang bekerja selama 3–5 tahun setelah satu kali pemasangan. Namun, pemasangan implan memerlukan sayatan kecil di lengan atas yang dapat menimbulkan luka dan membutuhkan penyembuhan optimal agar tidak terjadi komplikasi. Berdasarkan hal tersebut, peneliti ingin meneliti pengaruh putih telur terhadap penyembuhan luka insisi pada akseptor KB implan di Klinik Nahdlatul Ulama.”
Metode: enelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan rancangan non-equivalent control group design, di mana kelompok kontrol tidak menerima perlakuan. Populasi penelitian mencakup seluruh akseptor KB implan di Klinik Nahdlatul Ulama, dengan 30 responden sebagai sampel. Instrumen yang digunakan untuk menilai penyembuhan luka adalah skala PUSH, sedangkan data dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji statistik Mann-Whitney.
Hasil: Hasil analisis menggunakan uji statistik Mann-Whitney U menunjukkan nilai p = 0,003 pada tingkat signifikansi α < 0,05. Karena nilai p lebih kecil dari α, maka H₀ ditolak dan H₁ diterima. Dengan demikian, terdapat perbedaan signifikan antara kelompok kontrol dan kelompok intervensi. Kesimpulannya, pemberian putih telur berpengaruh signifikan terhadap penyembuhan luka insisi pada akseptor KB implan.
Kesimpulan: Disimpulkan bahwa putih telur memiliki pengaruh terhadap proses penyembuhan luka insisi pada akseptor KB implan di Klinik Nahdlatul Ulama



